8051 adalah salah satu mikrokontroller yang berasal dari keluaga mcs 51. mikrokontroller ini sangat populer pada masanya, bahkan masih sering digunakan sampai saat ini. pada part 1 ini saya akan membahas arsitektur dari mikrokontroller 8051 ini. o iya untuk no pin nya dari p1.0-gnd adalah 1-20, dari p2.0-vcc adalah 21-40 Pin 9: RS apa bila diisi dengan logic 1, pin ini akan men-stop operasi dan menghapus isi hampir semua register,. apabila diisi dengan logic 0, maka pin akan memulai program dari awal. Pins10-17: Port 3 mirip dengan port 1, setiap pin dapat dikonfigurasi sebagai input/output. selain tu mereka juga memiliki fungsi lain: Pin 10: RXD Serial asynchronous/syncronous communication input Pin 11: TXD Serial asynchronous communication output atau Serial synchronous communication clock output. Pin 12: INT0 Interrupt 0 input Pin 13: INT1 Interrupt 1 input Pin 14: T0 Counter 0 clock input Pin 15: T1 Counter 1 clock input Pin 16: WR Signal untuk menulis RAM tambahan (eksternal) Pin 17: RD Signal untuk membaca dari RAM eksternal Pin 18, 19: X2, X1 input dan output internal oscillator. quartz crystal yang megatur frekuensi operasi mikrokontroller biasanya dihubungkan ke pin-pin ini. Pin 20: GND Ground Pin 21-28: Port 2 jika tidak menggunakan eksternal memory, maka pin2 ini berfungsi sebagai universal input-output. jika memory eksternal digunakan maka akan muncul pada port ini alamat byte yang lebih tinggi (contoh: a8-a15)these port pins are configured as universal inputs/outputs. In case external memory is used then the higher address byte, i.e. addresses A8-A15 will appear on this port. It is important to know that even memory with capacity of 64Kb is not used ( i.e. note all bits on port are used for memory addressing) the rest of bits are not available as inputs or outputs. Pin 29: PSEN jika external ROM digunakan untuk menyimpan program, maka pin ini mempunyai logic 0 setiap kali mikrokontroller membaca sebuah byte dari memory. Pin 30: ALE ALE (address latch enable), digunakan ketika multiple memory eksternal dihubungkan ke mikrokontroller dan hanya satu yang dibutuhkan. Pin 31: EA dengan memasukan logic 0 pada pin ini, p2 dan p3 digunakan untuk transmisi data dan alamat dengan tidak mengangggap adanya memory internal atau tidak. jika digunakan logic 1 maka mikrokontroller akan menggunakan 2 memory, internal dan eksternal.
keterangan:
Pins 1-8: Port 1 setiap pin dapat dikonfigurasi sebagai input/output
Mikrokontroller 8051 mempunyai 4 I/O port , setiap port memiliki 8 pin. berarti sebuah mikrokontroller 8051 32 pin input output. logic state dari pin menyatakan apakah sebuah pinberfungsi sebagai input atau output: 0=output, 1=input.
Mengenal microcontroller 8051 part 1: arsitektur 8051
dimas, Sunday, June 14, 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

Comments :
Post a Comment